Senin, 06 Oktober 2008

The big day is over!
Baru kali ini saya dapat menganalisa perasaan kosong yang saya rasakan setelah hari Idul Fitri berlalu. Semua hiruk pikuk menyambut Idul Fitri, dimulai dari puasa di bulan Ramadhan, shalat malam di masjid, malam takbiran, bertemu kakak, adik dan keponakan yang selama ini tinggal terpisah di luar kota, saya syukuri dan nikmati detik demi detik. Jadi ketika setelah hari itu berlalu, hanya rasa kosong yang ada di hati saya.
Ada rasa menyesal, mengapa semua hari-hari itu cepat berlalu, seolah dalam kedipan mata.

Minggu, 21 September 2008

Gara-gara Paulo Coelho

Karena terlalu banya membaca buku-buku Paulo Coelho yang menyuntikkan ide untuk mengejar impian dan keluar dari zona nyaman, sekarang saya merasa berada di dalam keadaan turbulence yang akut.
Keluar dari tempat kerja yang sudah 8 tahun saya tekuni dan pindah ke kantor baru, dimana lingkungan dan job deskripsi benar-benar baru membuat saya mengalami jet lag akut.
setiap pagi ketika berangkat ke kantor, saya merasa perut mulas, jantung berdebar-debar dan perasaan malas luar biasa. Padahal kantor saya yang baru lebih friendly waktu, tetapi tetap saja saya merasa tidak bersemangat. Dulu, di tempat lama, hari Minggu masuk, pulang jam 8 malam, ayo aja....saya tetap fresh dan semangat. Sekarang? ???????
Tidak tahu juga saya kapan penyakit saya sembuh.

foto study tour kelas sosial 1



INI FOTO WAKTU KELAS KAMI STUDY TOUR DI BALI PADA TAHUN 1987, JADUL BANGET!
Waktu dulu saya merasa sudah gendut banget, ternyata setelah lihat foto ini, nggak gendut-gendut amat. Berarti sekarang saya sudah overweight!

Minggu, 07 September 2008

What I like about Ramadhan



Momen-momen yang kami alami selama bulan Ramadhan, rasanya tidak bisa terbeli dengan uang berapapun. Si sulung saya, selalu memperbincangkan saat-saat ketika kami sahur bersama. "Bu, kalau dengar lagu ini, aku selalu ingat pas kita sahur." Memang si sulung kami, lebih agamis dari adiknya. Thanks God. Saya rasa saya beruntung sekali mempunyai anak-anak seperti mereka. Padahal saya ini sendiri merasa saya sering dalam keadaan naik turun kadar keimanan saya, tidak pernah bisa konstan.
Si sulung, 1 kali santri teladan di pesantren kilat di masjid depan rumah.
Sedangkan si bungsu saya, sudah 2 kali menjadi santri teladan di event yang sama. Tapi ini rahasia ya, baru tahun ini dia kuat berpuasa sehari, biasanya puasa sambung. Ada saja alasannya. Saya dan Bapaknya sampai sering garuk-garuk kepala menghadapi si bontot ini.
Tapi karena kebetulan kantor saya setelah saya pindah kerja ini agak friendly waktu, jadi saya bisa mendampingi dia dan memberi semangat untuk kuat berpuasa.

Sabtu, 23 Agustus 2008

Reuni 20 tahun lulus SMA


Tanggal 6 kemarin saya dan teman-teman semasa SMA mengadakan reuni, setelah 20 tahun lulus dari SMA. Tidak pernah terbayangkan pada waktu lulus dulu, bahwa kami akan mengalami saat-saat ini. Dulu, begitu lulus, yang dibayangkah hanya: Bagaimana masuk fakultas favorit, bagaimana dapat pekerjaan, bagaimana mencari calon suami.
Ternyata hidup setelah saya mengalami step step tadi, begitu rumit dan komplek. Tapi juga begitu indah.
Setelah lulus kuliah, timbul pertanyaan, sudah kerja belum.
Setelah kerja dan punya pacar, kapan nikah.
Setelah nikah, kapan punya anak.
Setelah punya anak, anakmu rangking berapa? Anakmu sekolah/kuliah dimana
Dan sudah terbayang, setelah nanti anak-anak saya besar, pertanyaannya adalah:
- Kapan anakmu nikah
- Kapan punya cucu
- Cucumu berapa
Cukup buat pusing kan? Tapi inilah hidup. Dan menurut saya, apapun yang terjadi, sedih dan gembira adalah bagian dari hidup. Kita tidak bisa memilih, jadi jalani semua yang dipilihkan Allah untuk kita.