Minggu, 07 September 2008

What I like about Ramadhan



Momen-momen yang kami alami selama bulan Ramadhan, rasanya tidak bisa terbeli dengan uang berapapun. Si sulung saya, selalu memperbincangkan saat-saat ketika kami sahur bersama. "Bu, kalau dengar lagu ini, aku selalu ingat pas kita sahur." Memang si sulung kami, lebih agamis dari adiknya. Thanks God. Saya rasa saya beruntung sekali mempunyai anak-anak seperti mereka. Padahal saya ini sendiri merasa saya sering dalam keadaan naik turun kadar keimanan saya, tidak pernah bisa konstan.
Si sulung, 1 kali santri teladan di pesantren kilat di masjid depan rumah.
Sedangkan si bungsu saya, sudah 2 kali menjadi santri teladan di event yang sama. Tapi ini rahasia ya, baru tahun ini dia kuat berpuasa sehari, biasanya puasa sambung. Ada saja alasannya. Saya dan Bapaknya sampai sering garuk-garuk kepala menghadapi si bontot ini.
Tapi karena kebetulan kantor saya setelah saya pindah kerja ini agak friendly waktu, jadi saya bisa mendampingi dia dan memberi semangat untuk kuat berpuasa.

Tidak ada komentar: